Proyek Smartphone Huawei dengan Kamera Dibawah Panel

Proyek Smartphone Huawei dengan Kamera Dibawah Panel

Huawei saat ini sedang berjuang dalam pertempuran multi-front. Terlebih lagi ada isu bahwa ambisi chipnya dalam bahaya. Dan perangkatnya yang ada dapat kehilangan dukungan resmi dari Android resmi. Catatan penting adalah proyek smartphone Huawei tidak berhenti karena hal itu.

Perusahaan smartphone nomor satu di dunia berdasarkan penjualan pasti tidak akan turun tanpa melakukan perlawanan.

Berbicara kepada Android Authority, raksasa Cina itu telah mengkonfirmasi bahwa ponsel masa depannya akan menawarkan buka kunci sidik jari semua layar.

Sekarang, tidak satu pun dari gagasan itu yang baru. Pemindai sidik jari dalam layar cukup umum sekarang. Area pengenalan kecil berarti Anda tidak dapat meletakkan jari dengan bebas.

Proyek Smartphone Huawei Selesai 2 Tahun Lagi

Masalah efisiensi daya

Ponsel itu memberi opsi untuk menonaktifkan sensor tertentu. Sehingga daya tidak akan berlebih penggunaannya. Implementasinya juga akan memungkinkan Anda membuka kunci aplikasi tertentu. Pabrikan akan menggunakan pembelajaran mesin.

Tujuan dari penggunaan machine learning adalah memastikan supaya daya hanya dikirim ke bagian layar yang disentuh.

Jika Huawei ingin membuat otentikasi sidik jari semua layar dan kamera panel bawah hidup berdampingan. Berarti layar memiliki banyak sensor. Terlepas dari kerumitan desain, hal ini akan menyebabkan peningkatan biaya dan perusahaan saat ini mencoba melakukan sesuatu agar tidak menghalangi produksi massal.

Kualitas gambar dan silau layar adalah masalah utama lainnya dan kami harus menunggu dan melihat bagaimana kinerja Huawei dalam hal ini.

Xiaomi dan OPPO telah mendemonstrasikan kamera panel bawah mereka dan perusahaan China Visionox siap untuk mengkomersialkan teknologi tersebut.

Masih cukup lama untuk bisa mencicipi teknologi kamera dalam panel

Saat ini perusahaan masih tidak begitu yakin, tetapi mengharapkan teknologi itu akan datang ke pasar dalam satu atau dua tahun.

Kami cukup tertarik dengan rencana pengembangan teknologi itu, tapi kami belum mendapatkan bocoran riil. Sebisa mungkin, jik ada bocoran baru, kami akan langsung menyampaikannya kepada Anda.

Sekarang mari berasumsi, pembuatan sistem seperti itu tentu membutuhkan uji coba. Huawei menyebut mereka butuh waktu selama satu sampai dua tahun. Artinya, sekarang mereka sudah memulai pengembangan.

Kami mengatakan “sudah memulai” karena berasumsi bahwa mereka membutuhkan waktu untuk menguji sistem tersebut.

Anggaplah dalam membuat sebuah sistem ada tahap uji coba. Tahap pertama adalah lingkup internal. Kemudian beta tes “pengujian skala global”.

Share